Home » Budaya » Ngumbai Lawok, Ruwat Laut Ala Lampung yang Sempat Ditinggalkan
Ngumbai Lawok

Ngumbai Lawok, Ruwat Laut Ala Lampung yang Sempat Ditinggalkan

Tidak hanya di Pulau Jawa, ternyata Lampung juga memiliki upacara adat ruwat laut yang dikenal dengan Tradisi Ngumbai Lawok. Bagaimanakah rangkaian dari ruwatan ala Lampung ini? Simak ulasannya!

Masyarakat Lampung memiliki tradisi adat tersendiri, dalam rangka mengucapkan rasa syukur terhadap nikmat Tuhan yang telah mereka dapatkan dari hasil laut. Tradisi masyarakat ini dikenal dengan nama Ngumbai Lawok atau yang sering disebut juga dengan istilah upacara ruwatan laut.

Upacara tersebut dianggap sebagai upacara adat yang sakral, karena berhubungan dengan Sang Maha Pencipta dan berkah alam yang telah dilimpahkan-Nya pada masyarakat setempat. Namun meskipun berlangsung dengan penuh khidmat, suasana meriah tetap terlihat dalam berlangsungnya acara.

Tujuan Tradisi Ruwat Laut di Lampung

Seperti halnya upacara ruwatan yang kerap digelar di beberapa daerah di Pulau Jawa, tradisi ruwat laut di Lampung ini juga bertujuan untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada Tuhan. Yang mana telah memberikan rezeki dan nikmat dari laut yang sangat melimpah ruah, serta keramahan laut yang membuat kelancaran para nelayan selama melaut.

Tak hanya sebagai wujud syukur saja, upacara adat ini juga dimaksudkan untuk memohon perlindungan kepada Tuhan. Harapannya agar mereka selalu diberi keselamatan saat melaut, dan tetap diberikan hasil laut yang melimpah dan berkah.

Akan tetapi tradisi adat yang kerap dilakukan di kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Barat (Pesisir Barat), dan Kabupaten Lampung Selatan ini mendapat kritik dan kecaman dari para pemuka agama setempat. Alasannya karena dipandang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Ruwat laut dianggap sebagai kegiatan yang mengarah pada kesyirikan. Sehingga tradisi ini pun sempat ditinggalkan oleh masyarakat.

Lihat juga » Belangiran Lampung, Tradisi Menyucikan Diri Menjelang Ramadhan

Namun tradisi upacara ruwatan ini kembali muncul di Lampung Barat berkat inisiatif dari Bupati Lampung Barat, Umpusinga. Tujuannya tidak lagi diprioritaskan untuk upacara sakral saja seperti pada masa awalnya. Tetapi juga ditekankan untuk tujuan promosi pariwisata di Lampung Barat. Hal ini pun kemudian disusul oleh kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan untuk mengadakan kembali Ngumbai Lawok dengan tujuan promosi wisata kawasan Lampung.

Tata Cara Pelaksanaan Upacara Ngumbai Lawok

Seperti halnya upacara syukuran yang kerap dimulai dengan memanjatkan doa, tradisi sakral masyarakat daerah Lampung ini juga dibuka dengan memanjatkan doa kepada Sang Pemilik alam semesta. Doa yang dipanjatkan akan dipimpin oleh seorang pemuka agama yang berisi ungkapan rasa syukur dan pujian atas kebesaran-Nya. Kemudian acara adat ini diakhiri dengan pelepasan kepala kerbau, yang sebelumnya telah disembelih menurut tata cara agama Islam.

Ngumbai Lawok
Sumber : FB Laskar Kratoen

Kepala kerbau yang dilepaskan ke laut diletakkan di dalam sebuah perahu berhiaskan warna-warna yang menarik dan meriah. Inilah salah satu daya tarik yang memikat banyak orang untuk turut menyaksikan prosesi ruwat laut. Dan karena hal ini pulalah, kini upacara ruwat laut yang sempat ditinggalkan diadakan kembali sebagai ajang promosi pariwisata di Provinsi Lampung.

Pelepasan kepala kerbau sendiri merupakan wujud dari simbol pengorbanan, ucapan terima kasih pada laut, dan bentuk persahabatan antara manusia dengan penghuni laut. Dan diharapkan kepala kerbau tersebut akhirnya bisa menjadi makanan para ikan laut. Jadi bukan ditujukan untuk diberikan kepada para makhluk penguasa laut.

Banyaknya destinasi wisata menarik yang dimiliki, menjadikan acara ngumbai atau ruwat lawok ini sebagai bagian dari acara inti untuk memajukan kepariwisataan di Kabupaten Lampung Barat. Acara ini pun digelar setiap tahun oleh pemerintah setempat, yang dalam pelaksanaanya dibarengi dengan hari jadi Kabupaten Lampung Barat. Masyarakat pun kini menganggap acara ini hanyalah sebuah tradisi yang tidak dimaksud untuk syirik.

Demikianlah pembahasan mengenai salah satu acara adat yang sakral di Lampung, yaitu Tradisi Ngumbai Lawok. Mari kita jaga dan lestarikan adat budaya bangsa dengan tetap berpegang teguh pada syariat agama.

Berikan Tanggapan Anda

Don`t copy text!