Home » Sejarah » Sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung Sejak Mulai Terbentuk
Sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung

Sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung Sejak Mulai Terbentuk

Cukup menarik jika menengok sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung. Sebuah kabupaten yang sangat maju baik dari segi pendidikan, perekonomian, dan sektor pariwisata.

Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu Kabupaten berstatus daerah otonom di Lampung. Kabupaten dengan luas wilayah 625 kilometer persegi ini beribukota Pringsewu, yang jaraknya ± 38 kilometer dari pusat kota Bandar Lampung.

Saat ini Kabupaten Pringsewu dikenal sebagai salah satu tempat nyaman ditinggali. Daerahnya pun maju dan ramai. Padahal dulunya hanya kawasan sepi. Nah, bagaimanakah sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung yang kini telah maju ini?

Asal Mula Nama Pringsewu

Latar belakang berdirinya Kabupaten Pringsewu ini diawali dengan terbentuknya sebuah perkampungan yang bernama Margakaya di tahun 1738 Masehi. Perkampungan ini didiami oleh masyarakat asli suku Lampung Pubian. Kampung Margakaya terletak di bagian selatan wilayah Pringsewu, yang hanya berjarak sekitar 4 km.

Kampung / Desa pertama di Pringsewu (Gambar : @berita_pringsewu)

Pada tahun 1925, sejumlah masyarakat Pulau Jawa bermigrasi ke Lampung, melalui program kolonisasi yang dibuat pemerintah Hindia Belanda pada saat itu. Salah satu daerah tujuan migrasi masyarakat ini adalah daerah Pringsewu.

Masyarakat Jawa yang datang itu pun membuka areal pemukiman dekat kampung Margakaya. Mereka membuat pemukiman untuk tempat tinggal di lahan yang ditumbuhi banyak pohon bambu. Dan area hutan bambu inilah yang kemudian menjadi latar belakang pemberian nama Pringsewu. Kata pringsewu sendiri dalam bahasa Jawa berarti bambu seribu.

Daerah yang bernama Pringsewu itu pun resmi berdiri pada tanggal 9 November 1925. Dan di tahun 1936, berdirilah sistem pemerintahan Kawedanan Tataan yang berkedudukan di Pendapa Pringsewu. Wedana pertama yang memimpin adalah bapak Ibrahim, yang menjabat hingga tahun 1943.

Kepemimpinan selanjutnya berturut-turut dipimpin oleh bapak Ramlan (1943), bapak Nurdin (1949), bapak Hasyim Asmarantaka (1951), bapak Saleh Adenan (1957), dan bapak R. Arifin Kartaprawira (1964) yang sekaligus menjadi wedana terakhir dalam sistem Kawedanan.

Sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung pra Kemerdekaan

Sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung terus mengalami perubahan dalam sistem pemerintahannya. Sistem pemerintahan Kawedanan pun berakhir pada tahun 1964. Sistem pemerintahan selanjutnya berganti menjadi sistem pemerintahan Kecamatan. Dengan berlakunya sistem ini, maka Kecamatan Pringsewu masuk ke dalam wilayah Kabupaten Daerah Tingkat (Dati) II Lampung Selatan, berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1964.

Dalam perjalanan sejarah berdirinya Kabupaten Pringsewu, selanjutnya Kecamatan Pringsewu beserta kecamatan lainnya yang ada di wilayah bagian barat Lampung Selatan, yang menjadi bagian dari wilayah administrasi Pembantu Bupati Lampung Selatan di Kota Agung, masuk sebagai bagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Tanggamus. Hal ini berdasarkan Undang-Undang nomor 2 tahun 1997.

Pada tahun 2008, melalui Undang-Undang Nomor 48 tahun 2008, Pringsewu mendapatkan hak otonominya dan berganti status menjadi Kabupaten Pringsewu. Peresmian wilayah otonom ini dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 3 April 2009 di Jakarta. Dalam peresmian ini Mendagri juga sekaligus melantik Pejabat Bupati pertama Kabupaten Pringsewu, Bapak Ir. H. Masdulhaq.

Sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung
Lambang Kabupaten Pringsewu (pringsewukab.go.id)

Kabupaten Pringsewu juga dikenal sebagai wilayah heterogen. Karena di daerah ini tidak lagi hanya dihuni masyarakat asli Lampung Pubian saja. Tetapi ada bermacam-macam suku bangsa yang datang dari berbagai daerah. Yang paling dominan di sini adalah masyarakat dari Pulau Jawa. Itulah mengapa banyak yang mengatakan bahwa Kabupaten Pringsewu ini kawasan Lampung rasa Jawa.

Kabupaten Pringsewu kini telah berubah menjadi sebuah Kabupaten yang cukup maju dan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Potensi yang dimilikinya pun cukup mendukung, seperti pendidikan, perekonomian, dan sektor pariwisata.

Baca juga » Tugu Bambu Pringsewu Menyapa Pengguna Jalan Lintas Barat Sumatera

Demikianlah ulasan mengenai cikal bakal nama Pringsewu dan sejarah Kabupaten Pringsewu Lampung sejak mulai terbentuk. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat, dan dapat menambah wawasan pengetahuan sejarah kita.

Berikan Tanggapan Anda

Don`t copy text!