Home » Sejarah » Sejarah Kabupaten Lampung Selatan di Pintu Gerbang Sumatera
Sejarah Kabupaten Lampung Selatan

Sejarah Kabupaten Lampung Selatan di Pintu Gerbang Sumatera

Di balik megahnya pelabuhan dan suksesnya perekonomian di Gerbang Sumatera ini, ternyata sejarah Kabupaten Lampung Selatan begitu panjang. Mari simak ulasan berikut!

Ketika Anda melintas di Kota Kalianda, ibu kota Kabupaten Lampung Selatan, tampak sebuah tugu berdiri kokoh di dekat Monumen Patung Pahlawan Nasional. Tugu Perjuangan, begitulah orang menyebutnya. Tugu ini merupakan tanda, bahwa sejarah Kabupaten Lampung Selatan tidak lepas dari jasa para pahlawannya.

Selain berjuang melawan penjajahan, para pahlawan juga turut membangun peradaban dan perekonomian di kawasan Lampung Selatan. Hal itu terlihat dari perkembangan Teluk Lampung yang kini menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal mancanegara. Di samping itu, Pelabuhan Bakauheni juga mengalami kemajuan. Area ini kerap disebut sebagai gerbangnya Pulau Sumatera.

Sejarah Kabupaten Lampung Selatan Mulai Terbentuk

Berbicara kejayaan Lampung Selatan di masa sekarang, pastinya ada sejarah panjang yang menjadi latar belakang. Jauh sebelum berbentuk kabupaten, Lampung Selatan merupakan kawasan pesisir di Provinsi Lampung.

Baca juga » Sejarah Provinsi Lampung yang Tak Boleh Dilupakan

Usai Indonesia meraih kemerdekaannya pada tahun 1945, pemerintah mulai merombak wilayah di seluruh Nusantara, termasuk Lampung. Sesuai Pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945, kekuasaan di tiap daerah dikembalikan kepada pihak berwenang, yakni polisi dan pamong praja. Di samping itu, guna menegakkan pemerintahan di daerah, wakil-wakil rakyat diperkenankan ikut serta dalam kedaulatan rakyat.

Setelah Undang-Undang 1945 keluar, menyusul Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 yang mengatur pokok-pokok pemerintahan daerah. Maka atas dasar undang-undang tersebut, pemerintah RI melahirkan Provinsi Sumatera Selatan.

Selanjutnya, muncul Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1950 yang mengatur pembentukan DPRD dan dewan pemerintah di daerah Provinsi, Kabupaten, Kota Besar, dan Kota Kecil. Berawal dari peraturan tersebut, Lampung Selatan ditetapkan sebagai daerah otonom berbentuk kabupaten pada tanggal 14 November 1954.

Transformasi Kewedanan ke Sistem Pemerintahan Negeri

Sebelum tahun 1945, Lampung Selatan dibagi berdasarkan kewedanan. Ada empat kewedanan di Lampung Selatan, yaitu Kota Agung, Pringsewu, Teluk Betung, dan Kalianda. Memasuki tahun 1959, pemerintah Lampung Selatan membentuk sistem pemerintah negeri.

Di masa itu, Lampung Selatan memiliki 15 negeri, di antaranya Negeri Cukuk Balak, Way Lima, Negeri Gedong Tataan, dan Negeri Gadingrejo. Di samping itu, terdapat Negeri Pringsewu, yang dikenal dengan hutan bambunya.

Baca juga » Tugu Bambu Pringsewu Menyapa Pengguna Jalan Lintas Barat Sumatera

Seiring perubahan kewedanan menjadi negeri, jabatan pimpinannya pun diganti. Dulu, pemimpin kewedanan disebut wedana. Kini, sebutannya berubah menjadi kepala negeri yang dipilih oleh rakyat. Ketetapan ini berlaku mulai tahun 1963—1970. Namun, di tahun 1970 kepala negeri diangkat oleh camat.

Sejarah Kabupaten Lampung Selatan Memindahkan Ibu Kota

Ketika baru terbentuk, ibu kota Lampung Selatan masih berada di luar kawasan administrasi, yakni di Daerah Tingkat I. Pemerintah Lampung Selatan mulai mengupayakan pemindahan ibu kota ke dalam wilayah administrasi Tingkat II pada tahun 1968.

Proses pemindahan berlangsung selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya, muncul nama Pringsewu dan Kalianda sebagai calon ibu kota. Namun, sampai di sini, belum juga mendapatkan titik temu. Berdasarkan Surat Perintah Tugas tanggal 17 Mei 1980 nomor 259/V/BKT/1980, tim yang berwenang harus mengulang riset lapangan.

Sejarah Kabupaten Lampung Selatan
Tugu Selamat Datang di Kota Kalianda

Tahun 1980-an, tim riset berhasil menemukan daerah yang dinyatakan layak menjadi ibu kota Lampung Selatan. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan PP Nomor 39 Tahun 1981 tentang pemindahan ibu kota Lampung Selatan ke Kalianda. Sejak Mei 1982, Kalianda resmi menjalani fungsi pusat pemerintahan Lampung Selatan.

Sejarah Kabupaten Lampung Selatan Menetapkan Hari Jadi

Lampung Selatan sampai sekarang menjadi penggerak roda ekonomi di Pulau Sumatera. Fakta menariknya, selama kurun waktu kurang lebih 50 tahun sejak terbentuk, Lampung Selatan belum memiliki hari jadi. Pasang surut arus politik dan demokrasi merupakan salah satu alasan penundaan penetapan hari jadi Lampung Selatan.

Namun kini, Pemerintah Lampung Selatan sudah menetapkan hari jadinya di tanggal 14 November. Sementara pemindahan ibu kota ke Kalianda, diperingati setiap tanggal 11 Februari.

Itulah ulasan seputar sejarah Kabupaten Lampung Selatan yang harus diketahui agar bisa memahami karakteristik daerahnya. Yuk, kunjungi Lampung Selatan dan temukan pengalaman berharga yang tidak Anda dapatkan di kampung halaman.

Berikan Tanggapan Anda

Don`t copy text!