Home » Budaya » Rumah Adat Lampung yang Unik dan Sarat Makna
Rumah Adat Lampung

Rumah Adat Lampung yang Unik dan Sarat Makna

Rumah Adat Lampung mempunyai pondasi terbuat dari batu berbentuk persegi yang disebut umpak batu. Pondasi tersebut mempunyai 35 tiang penyangga dan 20 tiang induk.

Tidak berbeda dari kebanyakan daerah di Indonesia, Lampung juga kaya akan budaya dan adat istiadat. Hal itu dapat dilihat mulai dari bentuk bangunan, pakaian, tarian, hingga kebiasaan dari masyarakat setempat. Salah satu hal yang unik dapat dilihat dari Rumah Adat Lampung.

Meski zaman terus berputar mengiringi kemajuan, namun kita tak boleh lupa akan budaya sejarah warisan masa silam. Sebagai penerus, dalam hal ini sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada. Terlebih menyangkut budaya tanah kelahiran.

Mengenal Rumah Adat Lampung

Dalam bahasa Lampung disebut dengan nama Nuwo Sesat yang memiliki arti Nuwo = rumah dan Sesat = adat. Nuwo Sesat ini biasanya memiliki fungsi sebagai tempat pertemuan bagi suku Lampung asli.

Sama seperti bentuk rumah adat di Sumatera lainnya, rumah adat atau Nuwo Sesat juga berbentuk rumah panggung. Dahulu, atap rumahnya terbuat dari ilalang yang dianyam, tapi kini sudah menggunakan genting.

Rumah adat di Lampung mempunyai pondasi yang terbuat dari batu berbentuk persegi yang disebut umpak batu. Pondasi tersebut mempunyai 35 tiang penyangga dan 20 tiang induk.

Rumah Adat Lampung
(Gambar dari : Instagram @lejar_sapar)

Lantainya dari papan atau ada juga yang menggunakan bambu dan dindingnya dari papan kayu yang dibuat berjajar. Pintu rumah adat ini dari kayu yang berbentuk setangkup ganda. Begitu juga dengan 4 jendela di bagian depan yang ukurannya lebih kecil dari pintu.

Bagian-Bagian dari Nuwo Sesat

Karena Nuwo Sesat ini berbentuk panggung, maka terdapat tangga sebagai akses keluar masuk rumah. Tangga yang disebut Ijan Geladak ini terletak di depan rumah dengan berbagai ukiran yang menghiasi.

Setelah tangga Anda akan menemukan teras rumah yang biasanya disebut dengan Anjungan. Anjungan rumah adat Lampung berfungsi seperti teras pada umumnya, yaitu untuk bersantai bersama keluarga maupun bersama tetangga.

Memasuki ke bagian dalam rumah, Anda akan menemui beberapa ruangan dengan fungsi-fungsi tertentu. Seperti ruangan yang disebut dengan Tetabuhan yang biasanya digunakan sebagai ruangan tempat menyimpan alat musik tradisional dan Pakaian Adat Lampung.

(Gambar dari : tripadvisor.com)

Ada juga ruangan yang disebut dengan Gajah Merem yang biasanya digunakan sebagai tempat untuk beristirahat. Terakhir ada ruangan bernama Pusiban dengan fungsi sebagai tempat berdiskusi atau bermusyawarah.

Jenis-Jenis Rumah Adat di Lampung

Nuwo Sesat sebenarnya merupakan rumah adat yang mempunyai fungsi utama sebagai balai pertemuan untuk masyarakat. Selain Nuwo Sesat, masih ada lagi rumah adat di Lampung yang bisa dikatakan tidak jauh berbeda dari segi fisik maupun kegunaan. Berikut merupakan beberapa macam rumah adat tersebut.

  • Nuwo Balak, Kediaman Penyimbang Adat

    Nuwo Balak adalah rumah adat untuk Penyimbang Adat atau Kepala Adat. Beberapa bagian dari Nuwo Balak yaitu Pusiban yang merupakan ruang musyawarah resmi dan Anjungan untuk pertemuan kecil. Selain itu, ada juga Lawang Kuri atau gapura, Kabik Rangek atau kamar tidur anak kedua, Kabik Tengah atau kamar tidur anak ketiga dan sebagainya.

  • Lampung Barat

    Rumah adat Lampung Barat biasanya disebut dengan Lamban Pesagi. Arti kata lamban adalah rumah, sedangkan pesagi adalah persegi. Hal ini dikarenakan rumah adat Lamban Pesagi mempunyai bentuk seperti persegi empat. Lamban Pesagi mempunyai beberapa tiang penyangga di bagian bawahnya dan tidak jauh berbeda dari Nuwo Sesat. Hal yang unik adalah bagian bawah rumah ini digunakan sebagai kandang ternak.

  • Lampung Timur

    Sama Seperti Nuwo Sesat, rumah adat di Lampung Timur juga berbentuk panggung. Salah satu lokasi yang masih terdapat Nuwo Sesat adalah Desa Wana, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur. Dengan ukiran serta ornamen khas Lampung, ada keunikan tersendiri bagi siapapun yang melihat. Bentuk dari rumah adat ini diyakini banyak dipengaruhi oleh arsitek Kayu Agung dari Provinsi Sumatera Selatan.

Lihat juga » Tari Melinting, Warisan Seni Tari Kerajaan Lampung

Kelestarian adat istiadat yang telah diwariskan sejak dahulu tergantung terhadap kepedulian kaum muda. Maka dari itu, penting bagi kaum muda Indonesia untuk lebih peduli terhadap kebudayaan serta adat-adat yang ada. Seperti salah satunya kelestarian dari Rumah Adat Lampung ini.

Berikan Tanggapan Anda