Home » Kuliner » Gulai Taboh, Kuliner Warisan Leluhur Lampung nan Mantap
Gulai Taboh Lampung

Gulai Taboh, Kuliner Warisan Leluhur Lampung nan Mantap

Lampung memiliki beragam makanan tradisional, salah satu diantaranya adalah Gulai Taboh. Kuliner yang satu ini menjadi ciri khas dari masyarakat Pesisir Barat. Bahan baku yang dibutuhkan adalah ikan. Dengan racikan bumbu khas masakan Lampung, rasanya begitu lezat. Berikut ini ulasan lengkap mengenai makanan warisan leluhur suku Lampung tersebut.

Gulai Taboh artinya gulai santan. Sekilas olahan ini tampak mirip dengan sayur lodeh. Karena selain ikan, sayur mayur seperti kol, kacang panjang, kentang, hingga rebung sering dicampurkan dalam olahan ini. Yang membedakan adalah ikan dan bumbu yang digunakan.

Masakan ini biasanya disajikan pada acara-acara adat tertentu. Selain itu, bila tengah ada kumpul keluarga, biasanya makanan ini menjadi sajian sebagai pendamping nasi. Namun jika ingin menyantapnya pada hari-hari biasa, Anda bisa datang ke rumah makan yang menyediakan masakan khas Lampung.

Cicipi juga » Lezatnya Seruit Lampung, Makanan Khas Bumi Ruwa Jurai

Gulai Taboh
Gulai Taboh ikan laut

Jenis Gulai Taboh

Ada dua jenis gulai yang dibuat. Pertama, menggunakan bahan dasar ikan laut, seperti tongkol dan tuna dengan campuran rebung, daun tangkil, dan kacang panjang. Kedua, menggunakan bahan dasar ikan air tawar seperti mujair dan ikan mas dengan diberi tuba/kluwek dalam prosesnya.

Sampai sekarang, belum terdapat catatan sejarah yang pasti mengenai asal mula kuliner warisan leluhur Lampung ini. Akan tetapi diperkirakan makanan ini tercipta karena kegemaran orang Lampung mengkonsumsi ikan. Untuk membuat variasi lain dari ikan, maka mereka mengolah ikan dengan kuah santan. Selain ikan, masakan yang bercita rasa gurih ini juga sering disajikan bersama telur, ayam, maupun udang.

Resep dan Cara Membuat

Jika Anda penasaran bagaimana cara mengolahnya, berikut ini resep untuk membuat Gulai Taboh yang bisa Anda coba di rumah.

Menggunakan Ikan Laut

Bahan yang diperlukan :

  1. 500 gram ikan tuna (bisa menggunakan ikan laut lainnya)
  2. 8 siung bawang merah
  3. 4 siung bawang putih
  4. 10 buah cabai rawit atau sesuai selera
  5. 3 butir kemiri
  6. Kunyit secukupnya
  7. 1 batang serai
  8. Lengkuas secukupnya
  9. Daun kemangi secukupnya
  10. Belimbing wuluh secukupnya
  11. 200 ml santan kental
  12. Jeruk nipis/lemon secukupnya
  13. Garam secukupnya
  14. Gula secukupnya
  15. Penyedap rasa

Cara memasak :

  1. Cuci ikan tuna sampai bersih. Untuk menghilangkan amis, beri perasan jeruk nipis/lemon lalu biarkan selama 5 menit.
  2. Siapkan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, kunyit, kemiri, dan garam, kemudian haluskan. Jika sudah halus, tumis semuanya dengan serai dan laos yang sudah dipipihkan sampai matang.
  3. Jika sudah tercium wangi, tambah air lalu masukkan ikan, gula dan penyedap rasa. Masak selama sekitar 5 menit, lalu masukkan santan dengan belimbing wuluh yang sudah diiris. Aduk-aduk secara perlahan dan tunggu sampai mendidih. Sebagai sentuhan terakhir, masukkan daun kemangi dan siap dihidangkan.

Menggunakan Ikan Air Tawar

Bahan yang diperlukan :

  1. Ikan mujair (atau bisa ikan lainnya)
  2. Tuba/kluwek secukupnya
  3. Cabai rawit sesuai selera
  4. 4 siung bawang merah
  5. Jahe secukupnya
  6. Kunyit secukupnya
  7. 1 batang serai
  8. Lengkuas secukupnya
  9. Santan cair
  10. Santan kental secukupnya
  11. Garam secukupnya
  12. Penyedap rasa
Pengasapan ikan sebelum dijadikan gulai

Cara memasak :

  1. Sebelum diolah bersama santan, ikan mujair diasapkan dulu selama semalaman. Ini akan  membuat daging ikan terasa lembut ketika disantap.
  2. Haluskan bawang merah, kunyit, jahe, cabai rawit, dan garam. Untuk serai dan lengkuas dipipihkan saja.
  3. Panaskan santan cair, tanpa menggunakan minyak. Jika sudah mendidih, tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan, tuba, dan ikan mujair.
  4. Aduk secara perlahan dan terakhir tambahkan santan kental lalu hidangkan.

Karena ikan yang digunakan mengalami pengasapan semalaman, maka sering disebut Gulai Taboh Tapa Semalam. Apakah Anda tertarik mencicipinya?

Berikan Tanggapan Anda

Don`t copy text!