Mengenal Gerbang Sumatera Lewat Menara Siger Lampung

Sering mengunjungi Lampung? Jika Anda memasuki provinsi ini melalui Pelabuhan Bakauheni, maka kedatangan Anda akan langsung disambut oleh Menara Siger Lampung berskala nasional. Menara Siger tersebut terletak di atas Bukit Gamping, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.

Ya! Bisa dipastikan, di setiap sudut kota ini dengan mudah Anda akan menjumpai ornamen menyerupai kerucut dengan lekuk 9 layaknya grafik naik turun menghiasi setiap bangunan yang ada. Mulai dari gedung-gedung perkantoran, toko, gapura hingga rumah-rumah penduduk.

Untuk diketahui, hiasan yang dominan dengan warna emas tersebut tidak lain adalah simbol dari Provinsi Lampung bernama Siger.

Ketahui » Sejarah Lampung Selatan Sebagai Kota Pahlawan Gerbang Sumatera

Menara Siger Lampung Karya Asli Putra Daerah

Menara Siger tersebut didirikan bukan sekedar hiasan semata. Yang mana Siger sendiri merepresentasikan identitas masyarakat Lampung secara adat turun temurun. Selain bentuk mahkota dari perempuan lampung, Menara Siger juga merepresentasikan mulut naga yang memuntahkan ribuan ton hasil pertanian masyarakat Lampung.

Untuk diketahui, bangunan fenomenal ini merupakan karya arsitek asli Putra Daerah, yakni Ir. Hi. Anshori Djausal M.T. Seorang Dosen Fakultas Teknik di Universitas Lampung (UNILA).

Baca juga » Sejarah Universitas Lampung (UNILA), Universitas Negeri Pertama di Lampung

Diresmikan pada 30 April 2008 silam oleh Gubernur Lampung yang pada masa itu dijabat oleh Sjachroedin Z.P, dengan biaya sebesar Rp15 miliar. Peresmian Menara Siger Lampung kala itu juga dihadiri oleh beberapa duta besar dari berbagai negara seperti Kroasia, Srilanka, Jepang, Palestina, Afghanistan, Singapura dan Filipina. Juga turut hadir dalam peresmian tersebut, Sultan Banten dan Sultan Kanoman Cirebon.

Pendirian menara ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda. Yang nantinya akan menghubungkan Pelabuhan Bakauheni dengan Merak.

Menara Siger Menjadi Simbol Budaya dan Identitas Masyarakat Lampung

Menara Siger ini dilengkapi dengan sarana informasi mengenai peta wisata seluruh kabupaten / kota yang terdapat di Lampung. Berada pada ketinggian 110 meter di atas permukaan laut, gedung ini memiliki 6 lantai setinggi 32 meter. Sebagai transit perjalanan di Lampung, Menara Siger menjadi penanda titik nol jalur lintas Sumatera.

Menara Siger Lampung
Menara Siger di Bakauheni, Lampung Selatan

Namun menara kebanggaan masyarakat Lampung ini bukan hanya sebatas ikon pariwisata saja. Melainkan dapat menjadi ikon dalam segala hal seperti keagamaan, seni budaya dan pendidikan. Menara Siger juga diharapkan mampu menumbuhkan daya tarik dan magnet bagi setiap orang, termasuk daya tarik investasi. Dengan demikian, secara otomatis turut pula mendongkrak Pendapatan Asli Daerah.

Lebih dari itu, Menara Siger tidak hanya berbentuk secara fisik bangunan. Akan tetapi mencerminkan budaya dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak, demi visi dan misi dalam mewujudkan Lampung yang unggul dan berdaya saing.

Nah, bagi Anda yang hendak menjelajahi Lampung, tidak ada salahnya apabila singgah di Menara Siger untuk sekedar melepas lelah atau melihat-lihat aktivitas yang berlangsung di Pelabuhan Bakauheni.

Manjakan mata dan hati Anda sejenak, dengan menikmati keindahan panorama laut dan alam sekitarnya yang memukau.

5 pemikiran pada “Mengenal Gerbang Sumatera Lewat Menara Siger Lampung”

  1. arsitektur indah… amazing

  2. Wow …
    Kagum aku sama desain menaranya, mas 👍

    Tepat betul pemilihan desainnya, mewakili Lampung.

    • Ya, kalau sewaktu-waktu ke Lampung, jangan sampai melewatkan momen indah berlatar belakang Siger itu ya mas Himawan.

  3. Siap, mas Rustam 😉
    Semoga kelak kesampaian betulan berkesempatan ke Lampung lagi, ngga cuma sebatas tercatat di selembar kertas.

Berikan Tanggapan Anda